Dasar Ilmu Hikmah
Abdul Hakim Anapun atau biasa disebut abah yai,memberikan sedikit gambaran tentang ilmu hikmah.
Terwujudnya ilmu/ngelmu karena ada usaha dan aspek tindakan nyata dari
teori. (Ngelmu iku kalakone kanthi laku) Untuk mendapatkan ngelmu, Abah Yai mensyaratkan adanya perjuangan yang berat, sungguh-sungguh, teliti
dan sabar. Bahkan ada syarat khusus yaitu pelaku ngelmu tersebut harus
meper hawa nafsunya. Ilmu yang dicari oleh beliau abah yai adalah ilmu hikmah, yaitu ilmu yang harus dihayati dan memberikan kemanfaatan hidup
di dunia dan diakhirat. Jadi ilmu harus memiliki dimensi kemanfaatan/kegunaan yang besar.
Teori itu penting namun lebih penting lagi adalah mampu mempraktikkan
ilmu tersebut untuk kemanfaatan sesama makhluk Tuhan. Ibarat insinyur,
teori membangun gedung itu penting. Namun yang lebih penting adalah
bagaimana insinyur tersebut mampu mengaplikasikan teori tersebut untuk
membangun gedung.Abah Yai membimbing orang untuk mampu
mengetahui ilmu dari tuhan yang maha esa dengan mengetahui kenyataan
ini adalah sebuah perwujudan kodrat-Nya. Siapa yang mampu memiliki ilmu
ini? Tidak lain pribadi yang tahu, paham dan mempraktekkan kodrat,
iradat dan ilmunya.
Ilmu yang sebenarnya/ilmu hikmah menurut Abah Yai berada di dalam
cipta pribadi. Ide dan kreasi yang lahir dari dalam diri sendiri. Yang
adanya di dalam diri yang paling dalam. Biasanya, kita mengetahui
sesuatu itu berasal dari luar, melalui indera/pengalaman indera dan
melalui pengajaran-pengajaran dari orang lain/guru/dosen. Namun, kata Abah Yai, ilmu hikmah yang memberi pengajaran adalah ROH SEJATI. Roh Sejati itu berada di dalam lapisan diri yang paling dalam. Maka,
pengetahuan tentang ilmu hikmah, menurut Abah Yai, hanya bisa
ditemukan melalui ketajaman batin yang sumbernya dari hening dan sepinya
diri. Sebab ilmu hikmah memang adanya di kedalaman kesadaran manusia
yang paling dalam.
Untuk mendapatkan ilmu hikmah, manusia harus sepi ing pamrih rame ing
gawe. Bebas dari nafsu dan ego pribadi apapun juga. Batin benar-benar
menyatu dalam irama keheningan tapa brata. Hati dan pikiran tertuju pada
fokus: Hanya tuhan! Itu saja, sehingga tidak ada konflik batin karena
semuanya hakikatnya SATU. Susah-senang, baik-buruk, benar-salah,
hitam-putih semuanya sumbernya satu dan tidak saling mengalahkan.
Semuanya bisa diresapi dalam diamnya pribadi kita untuk selalu menyatu
dengan pribadi-Nya. Sedulur papat limo pancer: Empat saudara yaitu
ketuban, ari-ari, tali pusat dan darah yang menyertai kelahiran bayi ke
alam dunia. Keempat saudara itu secara simbolik akan mati dan bersifat
sementara, tinggal Pancernya—Ruh—Pribadi yang hidup. Pancer yang berupa
ruh itulah DIRI PRIBADI MANUSIA.
Manusia sejati, menurut Abah Yai, harus mengetahui ROH SEJATI-nya. Roh Sejati itu semacam intuisi/indera keenam hasil olahan dari RASA
yang sangat dalam. Roh sejati adalah RUH yang memperkuat Sukma
Sejati/sang pribadi dalam hidup ini. Sementara Sukma Sejati adalah
tempat atau wadah bagi dunungnya SANG PRIBADI. Ilmu-ilmu tentang yang
demikian itulah oleh Abah Yai dikatakan sebagai ILMU HIKMAH.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar